Selasa, 24 September 2013

Kantor Dengan Design Ala Vintage



Kantor Dengan Design Ala Vintage tercerahkan sering dipilih karena dianggap sebagian besar sesuai dengan citra sebuah karya upacara. Namun, datang lagi? Jika Anda berminat setelah melihat pekerjaan yang lebih santai tapi masih terlihat profesional? Mungkin Anda harus mencoba untuk membawa ide vintage atau item dari era lama dan usang dengan sedikit tercerahkan.

Kantor tersebut dapat ditemukan pada iklan perusahaan dan digital, Onecomm, dan desainer interior perusahaan, Jakarta Vintage. Kedua perusahaan dimiliki oleh Lutfi Hasan, 48, seorang desainer interior serta blogger yang benar-benar mencintai dan gagasan vintage dalam semua desain.

"Vintage mampu mentransfer karakter yang lebih kuat karena memiliki sejarah," Lutfi seharusnya dalam sebuah wawancara dalam karyanya, 3rd floor Dharmawangsa Square, Rabu, 11 September, 2013.

Barang-barang vintage dalam pekerjaan Onecomm Furniture Antik sebagian besar berasal dari tahun 1950 hingga 1970. Awalnya, perabotan ini dibeli Lutfi dalam bentuk primer atau frame tanpa bantuan. Oleh Lutfi, barang diikuti oleh diproses lagi dengan mengganti unsur perifer, seperti jok maupun busa. Jadi pro lemari dan meja, Lutfi merevolusi cara menyerut atau kayu pengamplasan, untuk melangkah warna kayu muda.

Untuk interior elemen ruang rapat, Rogan memilih kursi antik dicap sebagai "jins Kaki Kursi." Kursi ini memiliki kaki meruncing pada kliping kuku kaki dan lebih sering daripada tidak terbuat dari kayu jati tua. "Kursi kruk desain celana jeans tercerahkan dan kesan abadi, sembrono dan keras juga," kata Lutfi. Selama menjelang 1950 waktu, kruk jins kursi ke furniture mutakhir. Desain kursi berasal dari negara-negara Skandinavia, khususnya Denmark.